Jumat, 29 Agustus 2025

Adat Melayu Riau Menggema di Agustus 2025: Budaya, Diplomasi, dan Semangat Pelestarian

Bulan Agustus 2025 menjadi momentum kebangkitan budaya Melayu Riau. Dari kunjungan diplomatik hingga festival budaya, masyarakat Melayu Riau menunjukkan bahwa warisan budaya bukan hanya sejarah melainkan aksi nyata yang mewarnai hari ini.


1. Tiga Duta Besar Kunjungi LAMR: Diplomasi Budaya dan Peluang Ekonomi

Pada 19 Agustus 2025, tiga Duta Besar dari Bangladesh, Fiji, dan Rwanda mengunjungi Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) di Pekanbaru. Dialog hangat antara delegasi dan pimpinan LAMR, termasuk Datuk Seri Marjohan Yusuf (MKA) dan Datuk Seri Taufik Ikram Jamil (DPH), menggali akar budaya Melayu serta membahas peluang investasi Riau.

Diskusi menyoroti sejarah Melayu Riau sebagai akar bahasa Indonesia, keragaman dialek daerah, dan nilai-nilai toleransi masyarakat Melayu. Delegasi juga diajak melihat sentra ekonomi kreatif LAMR serta simbol budaya seperti selendang dengan makna sosial tertentu.

Kunjungan ini diharapkan menjadi pintu gerbang kerja sama berkelanjutan antara Riau dan negara sahabat. (riaubisa.com[1], [GoRiau.com][2])


2. Pekan Budaya Melayu Serumpun 2025: Pagelaran Kebudayaan di Jantung Pekanbaru

Digelar sebagai bagian dari peringatan HUT ke-68 Provinsi Riau, **Pekan Budaya Melayu Serumpun** berlangsung dari **7–10 Agustus 2025** di Jalan Sultan Syarif Kasim, Pekanbaru.

Acara dibuka oleh Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, yang menekankan pentingnya promosi budaya Melayu ke mancanegara melalui festival ini([https://news.okezone.com/][3]).

Selama empat hari, ribuan pengunjung menikmati pertunjukan tradisional, pameran kebudayaan, UMKM unggulan, hingga pameran mahkota Sultan Siak yang kembali dipamerkan di tanah leluhurnya([RRI][4], [Klik Indonesia Network][5], [ISB Center][6], [https://news.okezone.com/][3]).

Penutupan pada **10 Agustus 2025** diwarnai dengan penampilan seni, doa bersama, dan harapan agar festival ini menjadi agenda budaya tahunan yang meneruskan warisan kepada generasi muda([Klik Indonesia Network][5], [RRI][7]).


3. LAMR: Rumah Budaya yang Terbuka dan Hidup

LAMR tidak hanya menjadi tuan rumah festival, tetapi juga pusat dialog budaya. Kunjungan para Duta Besar menegaskan bahwa LAMR adalah institusi yang hidup, terbuka terhadap diplomasi kebudayaan, dan pendorong pelestarian nilai-nilai Melayu dalam ranah global. ([riaubisa.com][1], [Lamriau][8])


Inti yang Menyatu dengan Identitas Melayu

Bulan Agustus 2025 adalah cerminan visi Riau sebagai **pusat peradaban Melayu**—tempat dimana budaya tidak hanya diwariskan, tetapi dirayakan, dimaknai ulang, dan dijadikan pijakan untuk masa depan. Acara kebudayaan dan momen diplomatik menyatu untuk membentuk narasi: bahwa Melayu Riau adalah jantung budaya dan nilai yang hidup.

Sumber:
  1. Kunjungan tiga Duta Besar ke LAMR — RiauBISA.com & GoRiau.com ([riaubisa.com][1], [GoRiau.com][2])
  2. Pembukaan Festival oleh Menbud Fadli Zon — Okezone.com ([https://news.okezone.com/][3])
  3. Kesuksesan pameran dan acara budaya — RRI.co.id, KlikIndonesia.co, ISBCenter.com ([RRI], [Klik Indonesia Network][5], [ISB Center][6])
  4. Penutupan dan harapan agenda tahunan — KlikIndonesia.co, RRI.co.id ([Klik Indonesia Network][5], [RRI][7])
  5. Kabar LAMR dan jejaring diplomatik — laman resmi LAMR ([Lamriau][8])

Penutup

Agustus 2025 membuktikan bahwa budaya Melayu Riau bukan hanya artefak masa lalu, melainkan kekuatan hidup yang relevan. Dari kunjungan kenegaraan hingga acara budaya massal, semua bersinergi menyuarakan: budaya Melayu Riau tetap bersinar, sekarang dan seterusnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Alamat Rental Mobil di Pekanbaru