Jumat, 04 September 2015

Kabut Asap Dan Usaha Sewa Mobil

Sudah dua hari kabut asap cukup mengerikan menghujani Kota Pekanbaru. Dari tanggal 3-4 September 2015 maskapai penerbangan molor semua penerbangan dari dan ke Kota Pekanbaru.

Pada tanggal 3 September 2015, kawan-kawan supir beberapa perusahaan rental mobil di Kota Pekanbaru sudah standby di Bandara sejak pukul 07:00 Wib. Dan akhirnya ada yang pulang dengan tangan hampa, disebabkan konsumen yang menyewa tidak kunjung datang.

Namun ada juga beberapa driver akhirnya dapat membawa konsumen mereka setelah mendarat maskapai penerbangan Garuda diatas pukul 17:00 Wib.

Dan kemudian nasib lebih naas lagi hari ini tanggal 4 September 2015, semua supir karyawan perusahaan sewa mobil tidak bisa menghandle tamu-tamu mereka. Karena kabut asap semakin mengganas menghujani langit di Kota Pekanbaru.

Beberapa supir terlihat murung dan ada juga yang menggerutu, sebab seharian mereka standby di basecamp masing-masing. Mereka tidak lagi menunggu di Bandara Sutan Syarif Kasim II, karena antara mereka (supir) sudah komunikasi dengan konsumen yang akan datang. Dan mereka akan ke Bandara SSK II ketika konsumen sudah naik ke pesawat dan berangkat.

Salah satu supir dari Anton Rent Car, Bapak Bobby mengatakan :" Kemarin saja (3/9/2015), saya standby di posko. Karena kantor kita menghubungi konsumen, rencana kedatangan sih pukul 7 pagi. Tapi akhirnya kami menjemput sudah pukul 5 sore lewat." ujar Bobby.

Sekarang Pak Bobby sedang menunggu konsumen di parkiran SSK II, karena konsumen yg datang kemarin ingin kembali ke Jakarta. Dan sepertinya juga tidak bisa terbang dan harus menginap lagi di Pekanbaru.

Lain lagi dengan Pak Andrianto, konsumennya minta diantar ke Kota Padang dan langsung ke Bandara Internasional Minangkabau. Karena konsumen dari Pak Andrianto segera mengambil tiket penerbangan dari Padang menuju Jakarta. Dan pagi tadi sekitar pukul 05:00 Wib sudah berangkat dari Pekanbaru.

Saat penulis mengkonfirmasi, Andrianto yang sedang berhenti sejenak sebelum memasuki Bandara Internasional Padang mengatakan :"Sepertinya dari Padang bisa terbang ke Jakarta," ujar ANdrianto.


Jika saja kondisi ini berlarut-larut bukan hanya pihak maskapai penerbangan dan pengguna jasa penerbangan yang akan dirugikan. Namun usaha sewa mobil serta karyawannya juga merasa rugi akibat tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab membakar lahan-lahan yang kosong.

Apa hendak dikata, apapun yang terjadi kita masyarakat hanya bisa berharap semua masalah dapat selesai dengan cepat. Sekarang hanya berharap agar hujan lebat dapat turun dengan cepat untuk memadamkan api pada titik terjadi kebakaran.

Ditulis Oleh : Laura Agvanta // 20.46
Kategori:

0 komentar:

Posting Komentar