Selasa, 25 Maret 2014

Parkir : Teknologi Canggih Turut Menunjang

SEPERTI membeli minuman dingin di vending machine, itulah kesan pertama yang muncul di benak saat melihat cara kerja parkir bertingkat dalam simulasi yang dilakukan oleh Nippon Cable, salah satu perusahaan Jepang yang fokus pada teknologi sistem parkir otomatis. “Tinggal di-scan kartu parkir, lalu tekan nomor parkir Anda pada tombol, nanti mobil akan otomatis bergerak sendiri ke bawah.

Cukup 2 menit maka mobil akan keluar,” kata Mr Oba, Marketing Manager Overseas Nippon Cable.
Menurutnya , dengan teknologi yang dimiliki pihaknya maka lahan parkir yang tersedia bisa dimaksimalkan hingga sepuluh kali lipat. “Untuk lahan parkir yang muat tiga mobil, kalau dibangun tower parking (parkir bertingkat), bisa menampung 10 kali lipatnya, atau 30 mobil,” kata Oba.
Ia pun menambahkan parkir bertingkat juga memiliki sistem keamanan yang tinggi, baik dari segi konstruksi yang tahan gempa maupun dari gangguan keamanan di luar.

“Konstruksinya kuat sekali.
Di Jepang sudah terbukti tahan gempa dan aman dari pencurian serta terproteksi dari keisengan coret-coret di jalanan. Tidak akan salah mobil karena kalau salah masukkan nomor parkir, sistem akan menolak perintah keluarkan mobil,” tutur Oba.
Di kota-kota besar di Jepang, seperti Tokyo, Kyoto, Hiroshima, dan Osaka, sistem parkir seperti ini memang marak.

Bukan hanya di pusat kota yang menjadi sentra bisnis, di kawasan permukiman pun kendaraan diparkir di gedung parkir yang berteknologi canggih.

Bahkan gedung-gedung parkir di kawasan permukiman itu tidak begitu besar.
Cukup dengan lebar sekitar 5 meter saja bisa menampung belasan mobil dengan sistem ini.
Ratna, dari Komunitas Ruang Publik Jakarta, mengatakan lahan parkir vertikal bisa menjadi solusi akan keterbatasan lahan parkir yang kerap dikeluhkan pemerintah.
“Kalau alasannya Jakarta tidak punya lahan, salah satu solusinya ialah bisa dengan lahan parkir vertikal.

Sebenarnya kita punya cukup uang untuk membeli lahan parkir kalau pemerintah membenahi sistem pengelolaan parkir. Setelah sistem benar, uang yang dihasilkan dari pendapatan parkir bisa dikembalikan ke masyakarakat dalam bentuk peningkatan pelayanan,” tegas Ratna. (Ver/J-1/MEDIA INDONESIA, 22/03/2014)

Ditulis Oleh : Laura Agvanta // 18.32
Kategori:

0 komentar:

Posting Komentar